Gencarnya pemilihan baik dari kabupaten, wilayah dan juga pusat memang merupakan sebuah tahapan yang mesti di lalui , bila kita perhatikan saat ini di dalam sebuah pemilihan yang akan dilaksanakan pada tanggal 17 april 2019 maka mematuhi pertahapan daripada perkembangan pemilihan tersebut. Tentunya tidaklah mudah di dalam sebuah tahapan karena banyaknya persyaratan yang harus dipenuhi dan di serahkan kepada KPU saat ini dan inilah politik Indonesia yang harus diakui pelaksanaan sesuai prosedur yang telah ditetapkan.

Berbicara tentang pemilihan kali ini ada sebuah pemberitaan yang menarik yang mesti di bahas kali ini dimana pengacara rizieq shihab siap jadi caleg PDIP asalkan dengan 3 syarat tutur dari kapitra ampera. Dimana beliau menuturkan bahwa” saya mengakui kekagetan saya setelah nama saya masuk di percalegan PDI P saat ini. Dalam hal ini saya akan mengkonfirmasi kepada Sekjen PDIP hasto kristiyanto di dalam pemasukan saya dalam kader PDI P saat ini, Tapi dalam hal ini saya juga akan menegaskan bahwa bersedia menjadi Caleg PDI P asalkan ada tiga syarat ketika saya di calon oleh partai PDI P ketika saya menjadikan seorang calon legistatif saat ini.

  1. Dirinya harus mewakili keislaman didalam partai
  2. Aspirasi umat islam yang diwakili harus di dengar.
  3. Kemudian mampu menjembatani kebaikan orang di dalam maupun luar partai.

Kalau ini sudah terpenuhi dan PDI P mau di dalam mengambil dari persyaratan kapitra ampera yang telah diajukan maka pihak partai sendiri harus siap dengan banyaknya aspirasi umat islam saat ini akan di usungnya. Itulah paparan beliau ketika dikonfirmasikan darri beliau terkait pencalonan beliau di caleg PDI itu sendiri.

Perlu diakui bahwa bila kita lihat di pertarungan pilkada yang kemaren telah berlalu dimana PDI P kalah di 11 provinsi maka di dalam penarikan kapitra ampere ini merupakan sebuah strategi dimana PDI P saat ini ingin menaikan elektabilitas supaya bisa mendapatkan kemenangan di kursi dewan saat ini. Begitu juga di dalam pertarungan presiden yang akan dilakukan saat ini dimana bila kita perhatikan PDI P sudah memasang strateginya kembali karena ingin mendapatkan tahta kemenangan kembali dalam semangat meraih kursi kepresidenan demi mencapai sebuah tujuan yagn bersama saat ini. Matamatapolitik.com