Berita Terkini Internasional

China berjanji tidak akan pernah menyerahkan satu inci pun dari wilayah yang diklaim sebagai miliknya. Apakah itu pulau Taiwan maupun di perairan yang disengketakan di Laut Cina Selatan. Demikian berita terkini internasional.

Menteri Pertahanan Cina Wei Fenghe, seperti yang dikutip matamatapolitik.com dari Xinhua AP, membuat pernyataan pada hari Kamis, 24 Oktober lalu pada pembukaan Forum Xiangshan di Beijing. ¬†Pernyataan ini sebagai jawabannya untuk forum keamanan tahunan Shangri-La Dialogue di Singapura. “Jika seseorang mencoba memisahkan Taiwan dari China, angkatan bersenjata China akan mengambil tindakan dengan harga berapa pun,” Wei memperingatkan.

Berita Terkini Internasional
Berita Terkini Internasional

Menurut Wei, hubungan militer antara China dengan Amerika Serikat penting dan sensitif. Namun China menolak intervensi apapun terkait klaim terhadap Taiwan. Tingginya ketegangan antara China-AS sedikit banyak dipicu oleh tindakan militer AS terhadap China. Termasuk unjuk kekuatan yang baru-baru ini dilakukan AS di Laut China Selatan dan sanksi militer karena China membeli perlengkapan perang dari Rusia. Salah satu penyebab meningkatnya jumlah titik nyala dalam hubungan dengan Washington mencakup perang dagang yang sengit, dukungan Washington terhadap Taiwan, dan sikap militer AS di Laut Cina Selatan. “Pulau-pulau di Laut Cina Selatan telah lama menjadi wilayah China. Mereka adalah warisan leluhur kami dan kami tidak dapat kehilangan satu inci pun dari mereka,” kata Wei.

Dua negara besar dunia ini perlu memperdalam hubungan tingkat tinggi untuk mengendalikan ketegangan dan risiko konflik yang tidak disengaja, kata kepala pertahanan AS James Mattis kepada mitranya di Cina pekan lalu. Hal yang sama juga disampaikan oleh Letnan Jenderal Ben Hodges, yang mengkhawatirkan terjadinya perang AS-China dalam 15 tahun mendatang, jika hal ini tidak diatasi. Menurut Hodges, AS tidak bisa mengintervensi semua kebijakan di Asia dan Eropa. Pun tidak memiliki kekuatan penuh jika harus menghadapi perang di Pasifik.

Sementara Menteri Luar Negeri Wei mengatakan tidak ada yang namanya ancaman dari China. “Militer China tidak akan pernah menjadi ancaman bagi negara lain. Terlepas dari tingkat perkembangan kami, kami tidak akan mencari hegemoni, kami tidak akan terlibat dalam ekspansi militer atau perlombaan senjata,” katanya kepada forum. Matamatapolitik.com mencatat, hubungan China-Taiwan memburuk sejak Presiden pulau itu Tsai Ing-Wen merebut kekuasaan pada tahun 2016. Beijing, yang tidak pernah meninggalkan penggunaan kekuatan untuk membawa Taiwan di bawah kontrolnya, juga telah melihat tawaran AS terhadap pulau itu dengan alarm. “Masalah Taiwan menyangkut kedaulatan dan integritas teritorial Tiongkok. Ini adalah masalah kepentingan inti kami. Sangat berbahaya untuk berulang kali menantang China dalam masalah ini,” kata Wei.

Simak berita terkini internasional lainnya di matamatapolitik.com